Perawatan Murai Batu
Jika perubahan cuaca memasuki musim penghujan, perawatan yang harus diterapkan pada Murai Batu pastilah tidak sama dengan perawatan yang seperti biasa kita terapkan pada Murai Batu sehari-harinya. Beberapa perawatan Murai Batu seperti penjemuran, pemandian, pengerodongan, sampai pada pemberian makan juga memiliki aturan-aturan yang berbeda kala memasuki musim penghujan.
Sebagai penghobi atau pemilik dari Murai Batu tersebut, kita harus peka dengan setiap perubahan cuaca yang terjadi agar juga bisa menyesuaikan perawatan yang kita berikan kepada Murai Batu. Di bawah ini adalah perawatan yang dapat kita terapkan pada Murai Batu di musim penghujan, supaya Murai Batu tetap dalam kondisi yang fit dan terhindar dari berbagai ancaman bahaya penyakit yang dapat menyerangnya.
Showing posts with label olahan. Show all posts
Showing posts with label olahan. Show all posts
Waspadai Murai Batu di Musim Penghujan (1)
Musim penghujan merupakan musim yang harus diwaspadai bagi pemilik burung kicauan, terutama Murai Batu. Kondisi cuaca yang dingin dan lembab di musim penghujan membawa munculnya berbagai ancaman penyakit yang bisa menyerang Murai Batu anda. Kenyataannya juga, banyak kematian yang menimpa pada unggas( ayam, itik, burung) terjadi di musim-musim penghujan. Itu menandakan musim penghujan merupakan musim yang cukup ekstrim dan rentan bagi berbagai makhluk hidup terganggu kesehatannya, termasuk juga manusia.
Bagi Murai Batu, penyakit yang sering diderita kala masuk musim penghujan antara lain adalah radang pernapasan, serak, pilek, sampai penyakit yang sangat membahayakan yaitu tetelo. Penyakit tetelo (newcastle disease) atau yang dikenal penyakit ayan merupakan penyakit yang tidak jarang menyebabkan kematian bagi Murai Batu yang terkena penyakit ini, apalagi MB yang berumur muda. Siklus gejala dari penyakit tetelo, di awal murai batu tampak segar bugar, tidak berapa lama murai batu mulai lesu/lemah, kemudian pergerakan tubuh seperti orang mabuk dengan badan bergetar, suka memutar-mutarkan kepala, jika tidak tertolong, dalam keadaan sangat kritis Murai batu akan mati dengan kepala mendongak ke atas.
Bagi Murai Batu, penyakit yang sering diderita kala masuk musim penghujan antara lain adalah radang pernapasan, serak, pilek, sampai penyakit yang sangat membahayakan yaitu tetelo. Penyakit tetelo (newcastle disease) atau yang dikenal penyakit ayan merupakan penyakit yang tidak jarang menyebabkan kematian bagi Murai Batu yang terkena penyakit ini, apalagi MB yang berumur muda. Siklus gejala dari penyakit tetelo, di awal murai batu tampak segar bugar, tidak berapa lama murai batu mulai lesu/lemah, kemudian pergerakan tubuh seperti orang mabuk dengan badan bergetar, suka memutar-mutarkan kepala, jika tidak tertolong, dalam keadaan sangat kritis Murai batu akan mati dengan kepala mendongak ke atas.
Subscribe to:
Posts (Atom)