Teras Salam

Showing posts with label perawatan. Show all posts
Showing posts with label perawatan. Show all posts

Waspadai Murai Batu di Musim Penghujan (2) - Habis

Perawatan Murai Batu

Jika perubahan cuaca memasuki musim penghujan, perawatan yang harus diterapkan pada Murai Batu pastilah tidak sama dengan perawatan yang seperti biasa kita terapkan pada Murai Batu sehari-harinya. Beberapa perawatan Murai Batu seperti penjemuran, pemandian, pengerodongan, sampai pada pemberian makan juga memiliki aturan-aturan yang berbeda kala memasuki musim penghujan.

Sebagai penghobi atau pemilik dari Murai Batu tersebut, kita harus peka dengan setiap perubahan cuaca yang terjadi agar juga bisa menyesuaikan perawatan yang kita berikan kepada Murai Batu. Di bawah ini adalah perawatan yang dapat kita terapkan pada Murai Batu di musim penghujan, supaya Murai Batu tetap dalam kondisi yang fit dan terhindar dari berbagai ancaman bahaya penyakit yang dapat menyerangnya.

Makanan Yang Baik Buat Murai Batu

Murai batu merupakan jenis burung ocehan yang sangat istimewa di mata penggemarnya. Bagaimana tidak? Mencuatnya keterkenalan burung murai batu disebut sebagai burung ocehan nomor wahid membuat para pemiliknya merawatnya dengan sangat hati-hati agar burung murai batu tidak sampai jatuh sakit. Termasuk dalam perawatan burung murai batu adalah pemberian makanan yang cukup dan bergizi di samping perawatan yang diperlukannya seperti membersihkan kandang, melatih suaranya, menjemurnya, memandikannya dan lain sebagainya. Tapi pembahasan dalam artikel ini hanya memuat mengenai perawatan burung murai batu dari sisi makanan yang baik.

CARA MERAWAT BURUNG MURAI BATU BAGI PEMULA


Ketika pertama kali membeli Burung Murai yang harus diperhatikan adalah tempat tujuan bagaimana nantinya burung bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru, mula mula burung jangan di pindahkan dulu dari sangkar yang lama untuk menghindari tingkat stress burung. 

Perlakuan tersebut penting dan perlu dilakukan karea apabila burung di tempatkan/dipindahkan ke kandang yang baru apalagi kalau kandang tersebut masih berbau cat atau vernis akan sangat mengganggu pernapasan burung itu sendiri, adapun yang harus diperhatikan di agar burung tetap berkicau meskipun di lingkungan yang baru adalah antara lain : 

Penempatan Sangkar 
Tempat sangkar sebaiknya terkena sinar matahari pagi, tapi juga terhindar dari terik siang hari dan sangkar tersebut juga jangan sampai terkena tempias air hujan. 

Penempatan sangkar antara burung jangan terlalu berdekatan, minimal 3m jarak kandang burunguntuk menjaga mental burung karena mental burung murai tidak sama ada yang kuat mentalnyadan juga sebaliknya.selain jarak kandang antara kedua burung murai, akan lebih baik lagi jika diantara keduanya ada burung jenis lain yang berkicau agar keicauan tersebut dapat ditiru oleh burung murai sebagai kombinasi kicauannya.

Nutrisi 
Burung Murai juga membutuhkan nutrisi yang cocok karena jika dibandingkan burung pemakan biji bijian kebutuhan nutrisi burung murai lebih rumit, dan faktor terpenting lagi adalah kebersihan nya. Untuk pakan yang diberikan harus selalu segar, dan harus mengganti pakan rutin setiap hari dengan pakan yang baru serta membersihkan pakan yang berceceran di lantai kandang untuk mencegah bau busuk dll. 

Kemudian untuk menjaga kondisi tubuh secara maksimal, burung murai juga membutuhkan makanan yang bervariasi. Tujuannya untuk tercapainya keseimbangan antar protein, karbohidrat dan lemak, vitamin dan mineral. Murai juga membutuhkan vitamin seperti vitamin A (untuk menjaga kesehatan kulitdan pertumbuhan bulu), Vitamin B. (Untuk proses kerja system saraf pusat dan kebutuhan energi), vitamin C. (untukmelindungi murai dari penyakit kulit), dan vitamin D.( untuk membantu menjaga kesuburan reproduksi). 

Adapun beberapa jenis pakan burung yang sangat digemari murai antara lain adalah : 

KROTO (telor semut) 

Jenis makanan ini sangat digemari murai tetapi agak merepotkan bagi para hobies karena harus menyajikan menu ini tiap hari harus tetap segar, bersih dan tidak bau(basi). Cara terbaik pemberian kroto yaitu dengan menyediakan dalam jumlah terbatas sebanyak 3 kali/hari. Murai yang diberi kroto secara teratur akan lebih rajin berkicau sehingga membuat mental murai lebih bagus dengan dapat berkicau lama tetapi juga tidak terlalu sering diberi makan kroto karena akan sulit berganti bulu meskipun sudah waktunya, daya tahan tubuh berkurang serta suara kicauannya agak pecah.

KUNING TELOR 

Kuning telor rebus sebagai tambahan protein yang mengandung asam amino yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya Telor direbus dulu kemudian diletakkan di tempat makan burung yang terpisah dan pastikan selalu membuang sisa pakan telor yang tersisa.

Makanan pokok dan tambahan 

Dengan memberikan menu makanan tambahan tidak lain yaitu untuk membantu para hobbies agar murai tidak ketergantungankelak dengan jenis makanan nonoton seperti kroto dan jangkrik serta telor saja melainkan makanan seperti pellet juga baik diberikan untuk burung agar supaya daya tahan tubuh lebih bagus dan warna bulu lebih bersih serta berkilau selain itu kebutuhan akan vitamin, mineral dan nutrisi yang diperlukan lebih terjamin.

AIR 

Bagi murai kebutuhan terhadap air sama dengan kebutuhan nakanan, murai air digunakan untuk minum dan mandi dengan demikian maka perlu menjaga kualitas air. Air minum yang disediakan harus berupa air matang yang sudah dingin dan setiap hari harus diganti dan tempat air minum supaya dibersihkan agar lunut yang biasanya menempel tercuci bersih.

Memandikan dan Menjemur Murai 

Usahakan tempat memandikan murai menggunakan tempat khusus untuk mempermudah murai berpola ketika mandi, dan mempermudah pemilik untuk membersihkan kandang dan mengganti makanan. Ingat burung yang sedang asyik mandi jangan dipaksa keluar dari tempat mandinya karena akan mengurangi ruang gerak saat mandi,dan biasanya burung yang belum puas mandinya maka akan menggunakan air minumnya untuk mandi. 

Jemurlah burunf usai dimandikan guna mendapatkan rangsang sinar matahari khususnya di pagi hari karena sangat bermanfaat didalam proses pembentukan suatu mineral, contohnya Kalsium. Dengan demikian cahaya jelas berpengaruh terhadap pertumbuhan, metabolism, reproduksi dan tingkah laku.

Selamat mencoba smoga tulisan di Infomurai ini bermanfaat bagi pemula dan hobbis burung 

Oleh : Roni Mania & Muhammad Riyadi

ATASI MURAI MALAS BERKICAU KARENA KEGEMUKAN


ATASI MURAI MALAS BERKICAU KARENA KEGEMUKAN
Diyakini bila Murai batu terlalu gemuk maka efek sampingnya adalah burung jadi malas berkicau dan suaranya pun kecil, untuk itu kicau mania berharap bisa memiliki murai batu yang ramping, panjang dan Proporsional - dalam artian sesuai besarnya kepala, leher dan bodinya. Biasanya burung dapat kegemukan bila kelebihan EF yang mana kelebihan itu bisa terjadi saat burung menjalani masa mabung atau ganti bulu. Karena saat mabung, burung membutuhkan banyak asupan nutrisi untuk segera mengganti bulu bulu yang sudah rusak dengan bulu bulu baru yang halus dan bagus maka banyak kicau mania yang menggelontor jor joran EF secara berlebihan setiap hari, sementara dalam masa mabung burung sangat jarang di jemur. 

Burung yang sering kegemukan dalam masa mabung/rontok bulu adalah : Cendet, Kacer, Cucak Ijo, Murai Batu, Kenari dan berbagai burung kicauan lainnya.

  • Karena asupan makanan yang berlebihan itu tadi, Murai Batu menjadi gemuk dan malas berbunyi, Cara Mengatasi Burung Kegemukan adalah :
  • Kembalikan porsi makan ke porsi sebelum mabung
  • Tingkatkan pemandian dan penjemuran hingga benar benar puas, karena dengan penjemuran yang cukup akan banyak energi dan lemak yang terbakar sehingga burung lama lama akan menjadi kurus. selain itu dengan penjemuran yang cukup diyakini juga mampu meningkatkan volume kicauan karena memiliki nafas yang panjang dan kuat.
  • EF yang paling banyak memberi pengaruh efek gemuk adalah Ulat Hongkong dan Kroto, mengganti EF dengan Jangkrik dan Ulat Kandang saja diyakini beberapa kicau mania bisa menghindari burung dari kegemukan.
Kesimpulan : Kunci untuk mengatasi Murai Batu kegemukan adalah 2, yaitu memberikan EF yang memadai dan melakukan penjemuran yang cukup hingga berlebihan yaitu dari pagi jam 7 hingga pukul 2 siang. Demikian seterusnya...

Untuk memperluas wawasan kita tentang murai batu maka info murai senantiasa memberikan informasi-informasi lainnya. semoga bermanfaat bagi kicaumania semua. terimakasih

OBAT DAN VITAMIN UNTUK MURAI BATU
MURAI BATU PARUH CELAH DAN MITOSNYA
BAHAN-BAHAN UNTUK MENANGKAR MURAI
MURAI YANG PANDAI DAN UNIK

Dan artikel-artikel yang baru saja dibaca pengunjung di blog murai ini

MACAM-MACAM JENIS MURAI YANG DICARI PENGHOBBY
MENANGKAR MURAI BATU DISANGKAR GANTUNG
MURAI BATU SERAK DAN TIPS SOLUSINYA
MURAI BATU LIAR DAN TIPS MENJINAKKANNYA

PERLUNYA PENGEMBUNAN PADA MURAI BATU


PERLUNYA PENGEMBUNAN PADA MURAI BATU
Kita sering mendengar istilah pengembunan pada burung, bahkan sebagian kicaumania sudah melakukannya. Sebenarnya, apa sih tujuan atau manfaat atau pengembunan untuk burung? Pada dasarnya, ini merupakan salah satu upaya kita untuk menciptakan suasana yang menyerupai kondisi burung di alam liar. Oke, kita akan mengupasnya secara lebih mendalam di sini.

Dalam kehidupan ini, awal dari suatu hari ditentukan oleh waktu subuh atau fajar. Itulah saat matahari mulai terbit dari ufuk timur.

Begitu terlihat fajar mulai menyingsing, terlihat semburat kuning atau oranye, burung-burung di alam liar mulai riuh. Mereka, tak peduli apa spesiesnya, akan berkicau bersahut-sahutan. Kicauan burung di waktu subuh dikenal dengan sebutan dawn chorus.

Lalu, apa alasan burung sering berkicau dengan lantang di waktu subuh atau fajar ? Berikut beberapa alasannya :

Berkicau di waktu subuh, terutama pada burung penggicau yang memiliki sifat teritorial, dilakukan untuk menandakan keberadaannya. Selain itu, untuk memberitahu kepada burung lain bahwa ia masih ada dan selamat melewati malam.
Burung sangat menyukai suasana fajar

Suara kicauan burung di waktu subuh makin menyolok selama musim kawin. Sebab pada waktu-waktu tersebut, burung-burung akan berlomba menunjukkan kebolehannya dalam berkicau, untuk menarik perhatian pasangannya. Burung yang lebih kuat dan lebih mampu mencari makan akan memiliki banyak waktu dan energi untuk berkicau.
Diperkirakan tingkat cahaya yang masih rendah saat subuh akan membatasi burung dalam mencari pakan. Karena itu, mereka memanfaatkan waktu untuk membuat nyanyian yang riuh guna menghindari binatang predator.
Subuh / fajar adalah waktu yang tepat bagi spesies burung untuk berkicau, karena udara masih bersih, sehingga memungkinkan gelombang suara menyebar di udara dan bergema ke seluruh wilayah. Dengan demikian, suara kicauan untuk mengumandangkan daerah kekuasaan atau panggilan rayuan ini menjadi sangat efektif dilakukan pada waktu-waktu tersebut.
Beberapa spesies burung tertentu mulai berkicau saat spesies lainnya masih terlelap. Biasanya kicauan pembuka ini dilakukan burung-burung kecil seperti robin, jenis tledekan, dan lainnya.


Catatan : Burung bakalan akan cepat ngeplong jika rutin diembunkan.

Melalui fakta di alam liar inilah, kita mengadopsinya dalam perawatan harian untuk burung-burung yang kita pelihara dalam sangkar. Karena ini merupakan insting, maka burung pun sangat menyukai saat sang majikan mengembunkannya di saat subuh atau fajar.

Jadi, metode pengembunan pada prinsipnya adalah memberi kesempatan kepada burung untuk memenuhi naluri dasarnya, apakah untuk menandakan wilayah teritorial, dalam rangka menarik perhatian lawan jenis, atau sekadar mengungkapkan kegembiraannya di awal hari.

Metode pengembunan sudah dibuktikan banyak kicaumania sebagai salah satu faktor penting dalam melatih dan meningkatkan level kicauan, dari semula hanya ngeriwik menjadi lebih mudah ngeplong. Dari semula ngeplong menjadi lebih rajin berkicau alias gacor.

Untuk memperluas wawasan kita tentang murai batu maka info murai senantiasa memberikan informasi-informasi lainnya. semoga bermanfaat bagi kicaumania semua. terimakasih

OBAT DAN VITAMIN UNTUK MURAI BATU
MURAI BATU PARUH CELAH DAN MITOSNYA
BAHAN-BAHAN UNTUK MENANGKAR MURAI
MURAI YANG PANDAI DAN UNIK

Dan artikel-artikel yang baru saja dibaca pengunjung di blog murai ini

MACAM-MACAM JENIS MURAI YANG DICARI PENGHOBBY
MENANGKAR MURAI BATU DISANGKAR GANTUNG
MURAI BATU SERAK DAN TIPS SOLUSINYA
MURAI BATU LIAR DAN TIPS MENJINAKKANNYA

PERAWATAN MURAI KARENA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN

PERAWATAN MURAI KARENA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN


Apabila Anda merasa sudah melakukan perawatan secara benar, tetapi murai batu mengalami serak, ada kemungkinan MB mengalami infeksi saluran pernafasan. Kasusnya mirip dengan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) pada manusia.

Ada beberapa penyakit infeksi saluran pernafasan pada burung, tetapi saya akan menjelaskan dua yang paling sering muncul

a. Psittacosis
Penyakit ini bukan hanya membuat burung serak, tetapi juga kehilangan suara (macet bunyi). Penyebabnya adalah bakteri Chlamydia psittaci.

Burung yang terkena serangan ini terkadang tidak menunjukkan gejala klinis, kecuali hanya terlihat lesu dan serak atau kehilangan suara. Pada beberapa kasus, muncul gejala klinis seperti bersin-bersin, batuk, sulit bernafas, keluar cairan dari lubang hidung, dan kadang juga disertai mencret.

Solusi
  • Pisahkan burung yang terinfeksi, agar tidak menular ke burung lain yang sehat.
  • Obati burung yang sakit dengan BirdBlown secara teratur.
  • Basmi semua parasit, jamur, dan mikroba di sekitar sangkar / kandang denganFreshAves (5 gram serbuk FreshAves dilarutkan dalam 1 liter air, kemudian dimasukkan ke dalam hand sprayer). Semprot semua bagian kandang, termasuk tubuh burung yang sehat (sangat aman untuk burung).
  • Khusus burung penangkaran, serbuk FreshAves tidak perlu dilarutkan, tetapi disebarkan secukupnya di bawah sarang.

B. Infeksi tungau kantung udara
  • Selain serak / hilang suara karena psittacosis, serangan parasit khususnya tungau kantung udara di saluran pernafasan juga sering menyebabkan burung mengalami serak atau kehilangan suara. Gejala lain yang sering menyertai suara serak dan macet bunyi ini antara lain tidak nagen / suka turun tangkringan, sering menurunkan kedua sayapnya.

Solusi:
  • Pindahkan sangkar burung ke tempat yang lebih tenang / sepi.
  • Untuk sementara burung dikerodong penuh agar infeksi tak mudah menyebar, dan kuman penyakit lain tidak mudah menyerang murai yang sakit. Burung yang sakit biasanya lebih mudah ditembus oleh kuman apapun daripada burung yang sehat, karena pertahanan tubuhnya sangat lemah.
  • Untuk pengobatan, Anda bisa mengggunakan BirdFresh yang memang diracik khusus untuk membasmi tungau kantung udara, mikroba, dan parasit lain yang menyerang kantung udara dan saluran pernafasan burung.

Cara Membuat Tepung Jangkrik Untuk Murai Batu

Cara Membuat Tepung Jangkrik Untuk Murai Batu

Membuat Tepung Jangkrik Untuk Murai Batu
Jangkrik merupakan salah satu extra fooding (EF) terpenting bagi sebagian besar burung kicauan yang Anda pelihara di rumah. Selain untuk memenuhi kebutuhan nutrisi burung sehari-hari, jangkrik juga bermanfaat dalam pengaturan kondisi birahi burung, baik untuk keperluan lomba maupun untuk penangkaran. Anda bisa memberikan jangkrik dalam bentuk apa adanya, namun bisa juga dalam bentuk bubuk atau tepung. Banyak keuntungan jika kita bisa membuat sendiri tepung jangkrik. Mau tahu cara pembuatannya?

Kandungan nutrisi pada tubuh jangkrik memang cukup lengkap. Berdasarkan analisis yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan ahli peternakan, kandungan nutrisi dalam tubuh jangkrik hidup antara lain mengandung energi metabolisme sebanyak 121 kalori, protein 12,9 gram, lemak 5,5 gram, karbohidrat 5,1 gram, kalsium (Ca) 75,8 mg, fosfor (P) 185,3 mg, zat besi (Fe) 9,5 mg, thiamin 0,36 mg, riboflavin 1,09 mg, dan niacin 3,10 mg.
Dengan kandungan tersebut, jangkrik menjadi salah satu bahan pakan yang sangat bermanfaat untuk burung kicauan. Namun tidak jarang dalam penempatannya sering terjadi di mana jangkrik lebih banyak yang lepas atau mati, baik karena semut atau dimangsa sesama jenisnya.


Untuk mengatasi masalah tersebut, kita bisa mengawetkan jangkrik agar bisa digunakan setiap saat dan dalam waktu kapan saja. Yang terpenting lagi bisa disimpan dalam waktu lama.


Dalam artikel sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana pembuatan ulat hongkong kering. Kali ini kita bahas bagaimana membuat tepung jangkrik dengan cara relatif mudah dan sederhana. Ketika dibuat tepung, kadar air sudah jauh lebih kecil, sehingga bahan pakan ini lebih awet. Sebaliknya, kadar proteinnya meningkat drastis.


Berikut ini nutrisi inti dari 100 gram tepung jangkrik, dengan bahan jangkrik jantan, jangkrik betina, dan campuran antara jangkrik jantan dan betina.




Selain nutrisi inti, tepung jangkrik juga kaya vitamin dan mineral. Di berbagai situs jual-beli online, banyak yang menawarkan tepung jangkrik, dengan harga bervariasi, sekitar Rp 30.000 – Rp 40.000 per bungkus isi 100 gram. Yuk, kita bikin sendiri saja.

Bahan baku :
  • Jangkrik (jumlah disesuaikan dengan kebutuhan).
  • Oven dengan api sedang.
  • Loyang datar utnuk mengeringkan jangkrik.
  • Food processor atau blender.
  • Toples yang terbuat dari plastik atau kaca.
  • Jangkrik bisa merupakan hasil budidaya sendiri, bisa juga membeli di pasar burung atau toko / kios burung terdekat. Jadi, panduan ini bisa diterapkan oleh semua kicaumania.


Proses pembuatan :

Sebelum diolah menjadi tepung, jangkrik dimasukkan dalam wadah / kantong plastik, dan disimpan dalam lemari pendingin (kulkas) selama 1 jam atau lebih. Hal ini tidak akan membunuh jangkrik. Berbeda jika ulat hongkong dimasukkan kulkas lebih mudah mati.


Mengapa jangkrik harus dimasukkan ke kulkas selama 1 jam? Ini untuk memperlambat metabolisme tubuhnya, dan mendorong jangkrik ke kondisi hipotermia. Dengan kata lain, tindakan ini akan mencegah para jangkrik berlompatan, atau membatasi geraknya saat dikeluarkan dari wadahnya.


Namun jika Anda ingin mereka dalam kondisi mati setelah dikeluarkan dari kulkas, maka penyimpanan bisa diletakkan dalam freezer selama 1 – 2 jam. Jadi, bahan yang akan digunakan nantinya bisa jangkrik yang sudah lemah atau mati, tergantung di mana Anda menyimpannya dalam kulkas.


Setelah jangkrik lemas atau mati, keluarkan dari lemari pendingin dan diangin-anginkan sebentar. Berikutnya, letakkan jangkrik dalam loyang datar. Loyang yang sudah berisi jangkrik dimasukkan dalam oven dengan api sedang atau suhu sedang. Selanjutnya, oven ditutup dan tunggu beberapa waktu sampai kering.
Jangkrik yang siap dikeringkan dalam oven


Setelah 20-30 menit, oven dibuka. Ujilah kekeringan jangkrik dengan mengambil seekor jangkrik. Tekan dengan sendok atau jari Anda. Jika terasa kenyal, berarti belum sepenuhnya kering. Jika langsung hancur atau remuk, berarti sudah kering dan siap diproses ke tahap berikutnya.
Kalau sudah kering, keluarkan jangkrik dari oven dan dianginkan selama beberapa menit untuk pendinginan.


Jangkrik yang sudah kering
Siapkan food processor atau blender. Masukkan jangkrik kering ke dalamnya, lalu di-on-kan, sehingga proses penggilingan dimulai, hingga terbentuk butiran kasar.
Proses penghalusan jangkrik dengan cara digiling / diblender


Proses berikutnya adalah mengeringkan kembali butiran kasar jangkrik ke dalam oven: cukup 5 menit. Setelah itu dikeluarkan dan dinginkan dengan cara di angin-anginkan.


Bubuk jangkrik yang sudah dikeringkan dalam oven

Setelah dingin, tepung jangkrik bisa dimasukan ke dalam wadah atau toples plastik maupun kaca, Bisa juga diberikan kepada burung.

PERAWATAN MURAI SERAK AKIBAT CUACA BURUK

PERAWATAN MURAI SERAK AKIBAT CUACA BURUK


Burung, sebagaimana manusia dan mamalia, membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar memperoleh oksigen yang cukup dan bersih. Jika sangkar ditempatkan dalam ruang pengap dengan ventilasi udara yang minim, hal ini akan mengganggu saluran pernafasannya, serta bisa membuatnya serak. Apalagi jika rumah kita terasa panas dan kelembaban rendah, burung mudah megap-megap.

Selain itu, kebersihan kandang / sangkar juga harus dijaga. Usahakan membersihkan kotoran di dasar sangkar 2 kali dalam sehari (jangan dibalik menjadi 2 hari sekali). Sebab kotoran burung mengandung gas ammonia. Jika dibiarkan menumpuk, kadar gas ammonia yang dihirup murai batu menjadi tinggi dan bisa mengganggu saluran pernafasannya.

Solusi:

  • Pindahkan burung ke tempat yang sirkulasi udaranya lebih bagus, namun suasana tetap tenang / sepi.
  • Burung dikerodong, dan sebisa mungkin tidak melihat dan mendengar suara burung sejenis, atau burung lain bertipe fighter seperti kacer, cendet, dan tledekan.
  • Obati burung yang sakit dengan BirdTwitter, sesuai penjelasan di dalam brosur, sampai burung sembuh.
  • Selalu menjaga kebersihan kandang selama masa penyembuhan, bahkan setelah burung sembuh.

    Untuk memperluas wawasan kita tentang murai batu maka info murai senantiasa memberikan informasi-informasi lainnya. semoga bermanfaat bagi kicaumania semua. terimakasih


    Dan artikel-artikel yang baru saja dibaca pengunjung di blog murai ini

    PERAWATAN MURAI SERAK KARENA KESERINGAN DI TREK

    PERAWATAN MURAI SERAK KARENA KESERINGAN DI TREK


    Ada pengalaman dari Happy Birthday (HB) ketika setiap pekan selalu mengikuti lomba. Setiap lomba, HB sering menjadi jawara, bahkan pernah mencetak quattrick. Tetapi karena terus dipaksa, HB sempat down dan terlambat panas saat turun di Bupati Bandung Barat Cup, sebagaimana diakui sendiri oleh Akia Jambi (sang pemilik).

    Itu sebabnya, belakangan ini Akia mulai sering menurunkan pelapisnya, Tanaka, sehingga kualitas suara HB tetap terjaga. Artinya, mulai ada pemikiran untuk menyeleksi lomba-lomba tertentu. Hal ini juga dilakukan Om Gunawan Solo terhadap jagoannya: Natalia.

    Konteks lomba sebenarnya juga bisa dianalogikan dengan ditrek. Meski jumlah musuhnya jauh lebih sedikit, energi yang dikeluarkan murai batu toh sama saja. MB tak pernah tahu apakah ini lomba, latber, atau ditrek. Yang ada dalam instingnya hanya begini: “Siapapun yang saya lihat, dan siapapun yang saya dengar, saya tidak akan pernah takut!!!” Inilah tipe burung fighter, yang juga dimiliki kacer, cendet, hwamei, dan tledekan.

    Terkadang kita juga pernah ngetrek MB secara tidak sengaja. Misalnya, di rumah banyak burung sejenis, dengan penempatan sangkar yang berdekatan. Atau burung lain yang bertipe petarung seperti dijelaskan di atas. Tledekan bahkan sering dianggap sebagai “musuh berbahaya” bagi MB dan pantang didekatkan. 

    Ketika kita tidak ada di rumah, dan lupa menjauhkan burung-burung pesaing, maka MB akan terus berkicau tanpa henti, tanpa jeda. Ini yang akan membuat suaranya menjadi serak dan parau. Penyanyi berjuluk bintang pun, atau vokalis band papan atas pun, pernah mengalami kehilangan suaranya akibat terlalu diforsir (kasus Heidy Yunus, Cakra Khan, Nini Carlina, dll).

    Khusus untuk lomba / latber, saya tidak tahu persis berapa frekuensi lomba yang ideal yang bisa diikutinya secara beruntun, karena kualitasnya memang berbeda-beda. HB pernah delapan kali berturut-turut turun di arena lomba tanpa mengalami penurunan kualitas.

    Mungkin bisa dipertimbangkan, 4 kali tampil di lomba secara beruntun adalah frekuensi ideal. Setelah itu rehat sepekan, dan bisa turun lagi di empat even secara berturut-turut. Hal ini juga bisa dijadikan patokan jika ingin ngetrek dengan MB tetangga atau sahabat.

    Solusi : 
    • Untuk sementara, sangkar burung dipindah ke tempat yang sepi / tenang.
    • Sebisa mungkin burung tidak melihat dan mendengar kicauan burung sejenis atau burung lain yang bertipe petarung.
    • Full kerodong selama masa penyembuhan lebih dianjurkan, namun kotoran harus tetap dibersihkan pagi dan sore hari.
    • Berikan BirdTwitter selama 3-4 hari, atau sampai seraknya hilang.
    • Jika seraknya mulai hilang, siang hari (pukul 10.00 – 15.00) dan malam hari (pukul 18.00 sampai pagi), burung mulai diperdengarkan suara masteran (bukan burung master lho) dengan volume lirih / pelan, untuk mengembalikan memori suaranya saja.
    Untuk memperluas wawasan kita tentang murai batu maka info murai senantiasa memberikan informasi-informasi lainnya. semoga bermanfaat bagi kicaumania semua. terimakasih

    OBAT DAN VITAMIN UNTUK MURAI BATU
    MURAI BATU PARUH CELAH DAN MITOSNYA
    BAHAN-BAHAN UNTUK MENANGKAR MURAI
    MURAI YANG PANDAI DAN UNIK

    Dan artikel-artikel yang baru saja dibaca pengunjung di blog murai ini

    MACAM-MACAM JENIS MURAI YANG DICARI PENGHOBBY
    MENANGKAR MURAI BATU DISANGKAR GANTUNG
    MURAI BATU SERAK DAN TIPS SOLUSINYA
    MURAI BATU LIAR DAN TIPS MENJINAKKANNYA

      TIPS PERAWATAN MURAI OVER BERAHI

      TIPS PERAWATAN MURAI OVER BERAHI

      Salah satu ciri-ciri burung murai batu yang terlalu birahi (over birahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.

      • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 pagi dan 2 sore
      • Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00)
      • Berikan cacing 2 ekor 2x seminggu
      • Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
      • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja
      • Berikan multivitamin untuk menstabilkan kondisi fisik.

      Murai Batu Yang Serak dan Tipsnya

      Murai Batu Yang Serak dan Tipsnya
      Pernah mengalami kejadian di mana burung murai batu (MB) kesayangan Anda mengalami serak, sehingga performa suaranya menurun drastis? Suara serak bisa berlangsung singkat, dan burung langsung macet bunyi. Namun, bisa juga prosesnya berlangsung agak lama, tetapi hasil akhirnya juga sama: macet bunyi. Untuk mengatasinya tergantung dari faktor pemicunya. Di sini diperlukan napak tilas mengenai apa yang kita berikan atau diterima MB sebelum mengalami serak. Berikut ini tips deteksi dini terhadap kondisi murai batu yang serak.

      Suara serak sebenarnya bukan masalah murai batu saja, tetapi juga sering dialami burung berkicau lainnya. Murai batu yang mengalami serak jelas akan mengalami penurunan kualitas suaranya. Volume suara yang biasanya keras tiba-tiba menjadi parau . Frekuensi berkicau yang semula tinggi pun akan berubah menjadi rendah (jarang berkicau), sampai akhirnya macet bunyi.

      Sebelum macet bunyi, sebaiknya dilakukan penanganan segera. Sebab mengobati burung yang serak relatif lebih mudah daripada mengatasi burung yang macet bunyi, apalagi untuk burung lomba sekelas murai batu.

      Seperti dijelaskan sebelumnya, untuk mencari sebabnya, kita perlu melakukan retrospeksi, napak tilas, atau mengingat kejadian apapun mengenai apa yang pernah kita berikan atau diterima MB sebelum mengalami serak. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab murai batu mengalami serak, beserta solusinya :

      1. Serak akibat penjemuran terlalu lama
      Masalah ini paling sering muncul. Hampir semua artikel mengenai perawatan burung berkicau selalu menyertakan aktivitas penjemuran, di samping setelan pakan dan extra fooding, mandi, dan pemasteran.

      Beragam informasi mengenai cara penjemuran burung berseliweran di internet. Kalau tidak hati-hati dalam menyaring informasi tersebut, kita sering terjebak untuk membenarkan apa saja yang ditulis dalam artikel tersebut.

      Satu hal yang selalu dianjurkan dalam melakukan penjemuran adalah sebagai berikut:
      Waktu penjemuran : diusahakan dalam rentang waktu pukul 08.00 – 11.00.
      Durasi penjemuran: diusahakan dalam kisaran 1-2 jam, disesuaikan dengan kondisi dan karakter burung.

      Sebagai contoh, Anda mulai menjemur pukul 08.00 dengan durasi 1 jam, berarti burung harus segera diangkat pukul 09.00. Jika ingin menjemur mulai puku 08.30 dengan durasi 2 jam, maka burung harus sudah diangkat pukul 10.30.

      Pukul 11.00 merupakan batas maksimal waktu penjemuran, tetapi bersifat relatif. Di daerah yang berhawa sejuk seperti Bogor, Kaliurang, dan Batu, batasan waktu ini sangat tepat. Tapi bagi kota berhawa panas seperti Semarang, Jakarta, atau Surabaya, batasan maksimal bisa sedikit dikurang menjadi pukul 10.00 – 10.30.

      Untuk mencegah kemungkinan serak, prinsip “lebih cepat lebih baik” perlu diterapkan. Maksudnya penjemuran dilakukan mulai 08.00, dengan durasi 1-2 jam. Ini jauh lebih aman. Sebab, seringkali kita tidak menyadari bahwa penjemuran terlalu lama bisa membuat individu murai batu tertentu mengalami heat stress.

      Dalam kondisi awal, burung yang mengalami heat stress akan terlihat gelisah, sering turun ke plangkringan, suaranya menjadi serak, dan mulai jarang berbunyi. Maka, ketika Anda melakukan penjemuran dan melihat MB dengan gejala seperti ini, bisa dipastikan inilah penyebab utama mengapa suaranya menjadi serak.

      Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, durasi penjemuran perlu dikurangi di hari-hari berikutnya, setelah burung sembuh dari seraknya.

      Solusi mengatasinya :
      Untuk sementara waktu, stop dulu penjemuran.
      Burung setiap hari dikerodong secara penuh, tetapi kotorannya harus dibersihkan dua kali sehari: pagi dan sore hari.
      Berikan BirdTwitter selama 3-4 hari, atau sampai kondisi seraknya hilang. Untuk penggunaan yang efektif, silakan lihat cara pakainya di link tersebut.
      Khusus MB yang serak akibat heat stress, penanganan tidak boleh ditunda lagi. Sebab jika tidak segera ditangani, sangat mungkin gejala heat stress akan melebar menjadi heat stroke.

      Jika gejala stress terlihat ketika burung masih dijemur, Anda bisa meringankan penderitaannya dengan cara menyemprotkan air ke tubuhnya, secara bertahap, sampai akhirnya basah kuyup, lalu dianginkan. Selebihnya mengikuti solusi di atas.

      PERAWATAN MURAI BATU AGAR TIDAK SEKARAT


      PERAWATAN MURAI BATU AGAR TIDAK SEKARAT
      Penghobi burung ocehan khususnya murai batu kian banyak, terutama para pemula yang penasaran untuk memiliki gacoan murai batu. Berbagai upaya hunting burung dilakoni mulai dari mencari murai batu trotolan hasil penangkaran ataupun murai batu tangkapan hutan alias muda hutan (mh). 

      Justru yang paling digemari para pendatang baru adalah murai batu muda hutan, selain harga yang ditawarkan relatif lebih terjangkau juga dipercaya murai batu muda hutan memiliki isian variatif dan lebih handal di gantangan.

      Memilih murai batu muda hutan tanpa pengetahuan pola rawatan yang tepat, justru akan berusiko kerugian yaitu murai batu jadi sekarat bahkan mati setelah dirawat selama satu atau dua minggu oleh para penghobi baru ini.

      “Banyak penghobi baru yang salah dalam menangani murai batu bakalan, karena mereka maunya murai batu bakalan bisa cepat bunyi gacor, padahal ada beberapa langkah utama dalam merawat murai batu bakalan,” 

      Langkah apa saja yang harus dilakoni dalam merawat murai batu muda hutan? Pastikan murai batu bukan hasil pancingan, harus pula dipahami bahwa murai batu rentan stress dan metabolisme terganggu akibat proses penangkapan dari habitat asli dipindahkan ke dalam sangkar.

      Langka awal berikan murai batu makanan yang paling digemari seperti kroto, ulat hongkong, ulat kandang, jangan langsung melatih murai batu muda hutan untuk makan voer pasalnya justru akan membuat murai batu enggan makan karena merasa ada benda asing dicepuk pakannya.

      Pemberian kroto bisa ditaburkan didasar sangkar yang sebelumnya dasar sangkar dilapisi kertas koran untuk menjaga kebersihan, sedangkan pemberian ulat hongkong dan air minum tetap di dalam cepuk besar namun cukup diletakkan di dasar sangkar, hal ini untuk melatih murai batu muda hutan makan di dalam sangkar. Tahap ini biasanya berlangsung dua hingga tiga minggu. Apabila murai batu dalam tiga minggu bertahan hidup serta sehat maka langkah selanjutnya baru bisa dijalankan.

      Hindari pemberian jangkrik untuk murai batu muda hutan karena metabolisme dan sistem pencernaan murai batu muda hutan belum stabil atau lancar. Pemberian jangkrik beresiko membuat murai batu muda hutan ‘kelolotan’ dan kesulitan mencerna di dalam pencernaan. Akibat hal itu murai batu akan kesulitan membuang feses akibatnya murai batu akan sakit dan sekarat.

      Kedua, jangan langsung menjinakan murai batu selama masa recovery. Lakukan upayafull kerodong dan gantangkan di tempat tenang serta jauh dari keramain maupun kegaduhan, lebih baik jika didekatkan sumber air yang mengalir. Full kerodong berfungsi untuk menenangkan murai batu di dalam sangkar dan tidak menabrak ruji sangkar. Perawatan full kerodong ini dilakukan selama 1-2 bulan, tergantung mental murai batu. Apabila murai batu muda hutan sudah mulai belajar bunyi atau rajin ngeriwik, kerodong dibuka secara bertahap, sambil pantau kondisi murai batu.

      Ketiga, hindari dulu mandi dan penjemuran. Mengingat kondisi murai batu muda hutan rentan sakit dan stress, untuk mandi berikan cepuk di dalam sangkar tanpa memaksa murai mau mandi. Jika kondisi murai batu fit, secara naluri akan mandi sendiri. Penjemuran cukup diangin-anginkan saja di tempat yang tenang.

      Keempat, setelah kondisi murai batu mulai pulih dan sehat, biasanya ditandai rajin ngeriwik selama dikerodong. Dalam tahap ini murai batu muda hutan mulai bisa dilatih untuk makan voor, namun jatah eksfood kroto dan ulat hongkong tetap disediakan. Setelah tahap pengevooran beres, murai batu bisa mulai dilatih makan eksfood jangkrik. Berikan 1e jangkrik ukuran tanggung dan bersihkan kaki-kakinya, porsi jumlah jangkrik bisa ditambahkan setelah dua minggu sambil melihat perkembangan kondisi murai batu.


      Tips Agar Murai Batu Memperlihatkan Kemampuan Terbaiknya

      Tips Agar Murai Batu Memperlihatkan Kemampuan Terbaiknya

      Untuk Mendapatkan hasil terbaik dibutuhkan perhatian yang khusus untuk burung kesayangan kita. Tujuan dari perawatan ini adalah agar burung menjadi sehat sehingga burung bisa memperlihatkan kemampuan terbaiknya kepada sang empunya. Adapun perawatan harian tahap-tahapnya adalah : 

      • Pagi sekitar jam 7:00 kerodong burung di buka, kemudian gantung di tempat teduh.
      • Langsung berikan 5 ekor jangkrik dengan membuang kaki-kakinya terlebih dahulu.
      • Berikan 2 sendok makan kroto segar yang sudah dibersihkan.
      • Jemur 1 -2 jam (tergantung kondisi burung) karena ada burung yang tidak suka di jemur lama-lama, cukup 1/2 jam saja.
      • Selesai jemur, angin-anginkan sekitar 20 menit lalu tutup kerodong, kemudian gantung di tempat yang teduh sambil di kelilingi burung master isian lainnya.
      • Sore sekitar jam 15:00, kerodong di buka lalu burung dimandikan di karamba.
      • Setelah selesai beri jangkrik kembali 5 ekor. Kemudian sangkar di kerodong kembali.
      • Letakkan burung di tempat yang tenang dan tidak terlalu terang agar brung dapat beristirahat dengan tenang.
      Catatan :
      Untuk yang senang memberi vitamin sebaiknya cukup diberikan 2x seminggu. jangan terlalu sering memberi vitamin, Murai batu adalah burung yang sensitive terhadap bau yang berlebihan, Bila terlalu sering burung tidak mau minum, lama-lama burung suaranya menjadi serak.